BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Ilmu Sosial Budaya Dasar Sebagai
Komponen (MBB)
Ilmu sosial budaya dasar (ISBD) adalah
salah satu mata kuliah kelompok, mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)
diperguruan tinggi. Merupakan sumber nila dan pedoman bagi penyelenggara
program studi guna mengantar mahasiswa memantapkan kepribadiaan, kepekaan
sosial,kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan teknologi dan seni. Misi
kelompok MBB diperguruan tinggi membantu kembangkan daya kritis,daya
kreatif,apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai sosial yang:
1.
Bersifat demokratis, berkeadaban, dan
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan bermartabat serta perduli terhadap
pelestarian sumber.
2.
Memiliki kemampuan untuk menguasai
dasar-dasar ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
3.
Ikut berperan mencari solusi pemecahan
masalah solusi budaya dan lingkungan hidup secara arif.
Didalam kurikulum isbd
masuk dalam kelompok bahan kajian yang diperlukan untuk dapat memahami kaidah
berkehidupan masyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .lulusan
PT harus memiliki tiga kemampuan:
a.
Kemampaun akademik yaitu kemampuan
berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan.
b.
Kemampuan preposional yaitu kemampuan
dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan.
c.
Kemampuan personal adalam kemampuan
kepribadiaan dengan pengetahuan mampu menunjukan sikap, tingkah laku dan
tindakan yang mencerminkan kepribadiaan indonesia.
B.
Masalah-masalah Sosial Budaya Masyarakat
Masalah-masalah sosial budaya telah
menghantui manusia sejak adanya pradaban manusia karena dianggap sebagai
penggangu kesejahteraan hidup mereka sehingga merangsang warga masyarakat untuk
mengidentifikasi, menganalisis, memahami dan memikirkan cara-cara untuk
mengatasinya. Masalah-masalah sosial dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi
yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian masyarakat sebagai suatu
yang tidak diinginkan atau tidak disukai karena dirasakan perlunya untuk
diatasi atau diperbaiki. Contohnya pedagang kaki lima selalu dianggap sebagai
masalah sosial dikota-kota. Karena menjadi sumber dari berbagai kekacauan lalulintas
yang akan menjadi sumber utama kejahatan yang mudah terjadi. Dalam usaha untuk
memenuhi kebutuhan tersebut manusia menggunakan kebudayaan sebagai model-model
petunjuk atau sebagai resep-resepnya didalam mengusahakan lingkungan alam dan
sosialnya yang diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
C.
Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
Untuk
dapat memahami posisi ilmu sosial budaya dasar dalam ilmu pengetahuan, ada
baiknya perlu dipahami terlebih dahulu pengelompokan ilmu pengetahuan menurut
prof.dr.Harsja Bachtiar (dalam Abdulkakadir, Muhammad, 2005 :1)
Yang
mengelompokan ilmu dan pengetahuan menjadi tiga yaitu:
1.
Ilmu-ilmu alamiah (natural sciencs)
2.
Ilmu-ilmu sosial (social sciencs)
3.
Pengetahuan budaya (the humanistles)
Ilmu-ilmu
alamiah bertujuan untuk mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta untuk mengkaji
digeneralisasikan, kemudian dibuat prediksi. Hasil penelitiannya adalah 100%
benar atau 100% salah. Yang termaksud kelompok ini adalah astronomi,
fisika,kimia,biologi,meknika
Kedokteran
dan lain-lain.ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengetahui
keteraturan-keteratuan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Pengetahuan
budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti dari kenyataan yang bersifat
manusiawi untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan pernyataan- pernyataan yang bersifat unik kemudian diberi
arti. Peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang dimaksud biasanya terdapat dalam
tulisan-tulisan, metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah,
tetapi mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah yang termaksud kelompok ini
antara lain filsafat,seni sejarah,antropologi budaya,hukum,agama,dan
lain-lain.Ilmu sosial budaya dasar
adalah bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia sebagai mahluk sosial
dan sebagai mahluk berbudaya yang berwawasan luas dan kritis serta dapat
menyelesaikan sebuah masalah dengan baik, memahami konsep-konsep dasar tentang
manusia sebagai mahluk sosial.manusia sebagai mahluk sosial (zoon politicon)
artinya manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkembang
sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia harus
hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain
dalamkelompoknya dan juga dengan individu diluar kelompoknya guna
memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.manusia sebagai mahluk berbudaya
(homo humanus) artinya, manusia itu mahluk ciptaan tuhan yang maha esa yang
paling sempurna, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal (ratio),
rasa (sense) yang menbedakan dengan mahluk lainya sebagai mahluk berbudaya,
manusia hanya mampu mengembangkan diri dan budaya apabila berhubungan dengan
manusia lain.
BAB
2
KELOMPOK
SOSIAL DAN BUDAYA
A.
Pengertian Sosial Budaya
Istilah sosial budaya merupakan bentuk
gabungan dari istilah sosial dan budaya. Sosial dalam arti masyarakat budaya
atau kebudayaan dalam arti sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta
masyarakat. Sosial budaya dalam arti luas mencangkup segalanya, maka pengertian
sistem sosial budaya indonesia dapat dirumuskan sebagai totalitas tata nilai,
tata sosial dan tata laku manusia indonesia yang merupakan manifestasi dari
karya, rasa dan cipta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dalam hubungan ini
pengertian sosial budaya mencangkup dari dua segi utama kahidupan manusia.
1)
Segi kemasyarakatan
Manusia
demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia.
Pengertian kemasyarakatan pada hakikatnya adalah merupakan pergaulan hidup
manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan,
senasib sepenanggung dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu kelompok
sosial.
2)
Segi kebudayaan
Kebudayaan
merupakan totalitas cara hidup yang manifestasikan tanpa dalam tingkah laku
yang terlembagakan. Hakikat budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil
hubungan manusia dengan cipta, rasa, dan kasa yang menumbuhkan gagasan-gagasan
utama serta merupakan kekuatan pendukung dan penggerak kehidupan.
B.
Bentuk Sosial Budaya
Bentuk
sosial budaya artinya setiap kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang
telah ditetukan berdasarkan tipe kelompok yang membedakan dengan kelompok yang
lain. Tipe kelompok dibedakan lagi antara tradisional ilmiah dan moderen. Tepe
kelompok tradisional alamiah didasarkan pada kesatuan geografis, ikatan
perkawinan dengan hubungan darah sedangkan tipe kelompok mederen ini didasarkan
pada kepentinganyang sama dengan keahlian profesional. Dengan demikian ada
empat macam tipe kelompok sosial budaya yaitu:
1.
Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan
ikatan perkawinan dan hubungan darah,seperti keluarga dan keluarga besar
2.
Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan
kepentingan yang sama seperti koperasi, lembaga swadaya masyarakat, dan yayasan
3.
Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan
kesakliah profesional seperti kelompok propesi dan kelompok pengusaha
Untuk
sejarah kebudayaan diindonesia R.Soekarno(1973) membagi menjadi empat masa
yaitu
1.
Zaman perasejarah yaitu sejak permulaan
adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5 masehi
2.
Zaman perba yaitu sejak datangnya
pengaruh indra pada abad pertama masehi sampai dengan runtuhnya majapahit
sekitar tahun 1500 masehi.
3.
Zaman madya yaitu sejak datangnya penaruh islam menjelang
akhir kerajaan majapahit sampai dengan akhir abad ke-19
4.
Zaman baru atau moderen yaitu sejak masuknya
anasir barat (eropa) dan teknik moder kira-kira tahun 1900 samapi sekarang
peradaban merupakan tahap dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap dan
berkesinambungan Memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang
dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi
tingkat ilmu pengetahuan, seni teknologi dan spiritualitas yang tinggi.
Lahirnya pradaban barat dieropa dimulai dengan adanya revolusi pemikiran
masyarakat abad ingin keluar dari abad gelap (dark ages) mulai renaisance.
melalui revolusi ini lah lahir sains dan teknologi .
BAB III
PEMUDA
DAN SOSIALISASI
A.
Pengertian Pemuda
Secara
umum terdapat pergeseran mengenai konsep pemuda, pada dua dekade yang lalu
terminologi pemuda selalu memiliki makna ideoligis. Pemuda bukan lah sebuah
gugus gagasan yang hanya dibatasi oleh persoalan umur sementara . pemuda sbagai
sebuah konsep, memiliki dimensi politis. Keunikan atau ciri khas pemuda
sekarang yang lain adalah sikap paragmatisme. Ini terlihat dari harapn atau
cita-cita yang ingin dicapai pada masa depan dan pandangan generasi ini
terhadap persoalan yang dianggap penting bagi mereka saat ini.
Persoalan
keungan dan karir adalah persoalan paling utama bagi generasi muda saat ini
menurut pandangan mereka sebagai pemuda generasi mereka saat ini bercita-cita
ingin menjadi kaya dan terkenal. Selain tantngan berbeda yang yang dihadapi
pemuda saat ini beragamnya referensi sebagai dampak dari kemajuan teknologi dan
luasnya pergaulan mereka juga membuat cara pandang dan sikap mereka dalam
menghadapi berbagai persoalan yang ada menjadi berbeda.
B.
Pendidikan Karakter
Pendidikan
karakter diindonesiasesungguhnya bukan sesuatu yang baru dalam tradisi
pendidikan diindonesia. Bebrapa pendidikan diindonesia moderen yang mencoba
menerapkan semangat pendidikan karakter sebagai pembentuk kepribadiaan dan
identitas bangsa sesuai dengan konteks dan situasi yang merasa alami.
Pendidikan bisa dikatakan bekarakter apabila melibatkan berbagai macam
komposisi nilai secara detail pendidikan karakter memiliki nilai-nilai sebagai
berikut:
1.
Nilai keutuhan
Manusia
memiliki keutamaan kalau ia menghayati dan melaksanakan tindakan-tindakan yang
utama. Yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Sejarah mencetak
sejak zaman kolonial bangsa indonesia menempatkan nilai keutamaan, seperti
keutuhan dalam kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa sebagai nilai utama yang
diperjuangkan
2.
Nilai keindahan
Pada
masa lalu, nilai keindahn ditafsirkan trutama pada keindahan fisik berupa hasil
karya seni, patung, bangunan, sastra dll. Nilai keindahan dalam tateran yang
lebih tinggi.menyentuh dimensi interioritas manusia itu sendiri yang menjadi
penentu kualitas dirinya sendiri manusia.
3.
Nilai Adil
Jika
ingin berbuat adil, manusia harus bekerja, penghargaan atas nilai kerja inilah
yang menentukan kualitas diri seseorang individu. Menjadi usia utama dalam
menjadi manusia yang bekerja untuk itu butuh kesabaran, ketekunan jerih payah.
4.
Nilai cinta tanah air(patritisme)
Pendidikan
karakter yang menanamkan nilai-nilai patriotisme secara mendalam tetaplah
relavan, mengingat ikatan batin seseorang senantiasa terpaku pada tanah tumpah
kelahiranya dan ibu pertiwi yang membesrkan.
5.
Nilai demokrasi
Nilai
demokrasi ini mewarisi pendidikan karakter ala atenean. Dikita atena dimasa
lalu sudah terbiasa memandang para serdadu berkeliaran dengan menentang
senjata. Kebiasaan ini pelan-pelan hilang dan tidak terlihat lagi tatanan
sosial tidak didominasi oleh kehadiran militer, melaikan peran serta masyarakat
dalam kehidupan diatur melalui sebuah tata sosial politik yang lebih
mengutamakan dialog dan membangun kebersamaan.
6.
Nilai kesatuan
Dalam
konteks berbangsa dan bernegara diindonesia, nilai kesatuan ini menjadi dasar
pendirian bangsa ini. Apa yang tertulis dalam sila ke tiga pancasila yaitu
persatuan indonesia tidak akan dapat dipertahankan jika setiap individu yang
menjadi warga negara indonesia tidak dapat menghormati perbedaan dan pluralitas
yang ada dalam masyarakat kita.
7.
Nilai moral
Nilai
moral ini oleh socrate diacu sebagai sebuah pnggilan untuk merawat jiwa. Jiwa
ini lah yang menentukan apakah seseorang itu sebagai individu merupakan
peribadi yang baik atau tidak oleh karena itu nilai-nilai moral sangatlah vital
bagi sebuah pendidikan karakter.
8.
Nilai-nilai kemanusiaan
Menghayati
nilai-nilai kemanusiaan mengendalikan sikap keterbukaan terhadap kebudayaan
lain. Termasuk disini kultur agama dan keyakinan yang berbeda. Nilai-nilai
kemanusiaan ini menjadi sangat relavan diterapkan dalam pendidikan karakter
karena masyarakat kita telah menjadi masyarkat global.
C.
Menuju Pendidikan Berkarakter
Pendidikan
berkarakter dilembaga pendidikan(formal)
lebih banyak berurusan dengan penanaman nilai. Pendidikan berkarakter
agar dapat disebut sebagai integrel dan utuh mesti juga menentukan metode yang
akan dipakinya, sehingga tujuan pendidikan karakter perlulah dipertimbangkan
berbagai macam metode yang membantu mencapai idealisme dan tujuan pendidikan
karakter. Metode ini biasa menjadi unsur-unsur yang sangat penting bagi sebuah
proyek pendidikan karakte dilembaga pendidikan .metode yang bisa digunakan untuk
membantu mencapai idealisme dan tujuan pendidikan karakter adalah sbb:
a.
Mengajarkan
Untuk
dapat melakuakan yang baik dan yang adil , yanb bernilai kita pertama-tama
perlu mengetahui dengan jernih apa itu kebaikan, keadilan dan nilai. Pendidikan
karakter mengandalkan pengetahuan teoritis tentang kemsep-konsep nilai
tertentu.
b.
Keteladanan
Keteladalan
memang menjadi salah satu hal yang klasik bagi berhasilnya sebuah tujuan
pendidikan karakter.
c.
Menentukan prioritas
Lembaga
pendidikan yang diterapkan umumnya memiliki prirotas dan tuntutan dasar atas
karakter yang diterapkan dilingkungan mereka.
d.
Prakris prioritas
Unsur
lain bagi pendidikan karakter adalah bukti dilaksanakannya prioritas nilai
pendidikan karakter tersebut.
e.
Refleksi
Merupakan
kemampuan sadar khas manusiawi dengan kemampuan sadar ini manusia mampu
mengatasi diri dan menigkatkan kualitas hidupnya.
BAB IV
KEBUDAYAAN,PERADABAN,DAN
SISTEM NILAI BUDAYA
A.
Kebudayaan
Kebudayaan
berasal dari kata “budhaya” yang berasal dari kata sankerta “budhaya” sebagai
bentuk jamak dari buddhi, yang berarti budi atau akal. Kebudayaan adalah
hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal. Banyak difinisi tentang
kebudayaan. Koentjaraningrat memberikan pengertian kebudayaan sebagai “keseluruhan
dari hasil budi dan karyanya itu” atau dngan kata lain bahwa kebudayaan itu
adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena
pemikiran dan karyanya, jadi kebudayaan merupakan produk budaya.
a.
Wujud Kebudayaan
Raib
linton membaginya menjadi wujud phisik dan non phisik. Sedangkan
koentjaraningrat membaginya kedalam kedalam 3 wujud yaitu wujud ideal yaitu
kompleks ide-ide , gagasan nilai-nilai, norma-norma, aturan-aturan , peraturan-peraturan
dan sebagainya yang berfungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada
kelakuan manusia serta perbuatan manusia dalam masyarakat maka sering disebut
adat tata cara.
b.
Wujud sistem sosial
Kompleks
aktiritas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri
dari rangkaian aktivitas manusia dalam masyarakat yang selalu mengikuti
pola-pola tertentu berdasrkan ada tata kelakuan misalnya gotong-royong ,kerja
sama.
c.
Wujud kebudayan fisik
Benda-bend
hasil karya manusia misalnya pabrik, komputer, candi borobudur dll.
B.
Perwujudan Kebudayaan
Dimana-mana
manusia itu pada dasrnya adalah sama karena manusia dibekali oleh pencipanya
dengan akal, perasaan dan kehendak didalam jiwanya yang membedakan adalah
peruwujudan budaya menurut keadaan waktu
dan tempat atau perwujudan budaya dengan menekan pada akal perasaan dan
kehendak sebagai kesatuan atau hanya menekan kan pada akal saja(ratio) dengan
mengabaikan peran. Peradaban itu nantinya akan menyebabkan munculnya pengertian
peradaban dan kebudayaan . menurut Sutan Takdir Alisyahbana apabila perwujudan
kebudayaan itu penekanannya pada akal makamakan menimbulkan tingkat peradaban
yang berbeda sedangkan apabila perwujudan budaya itu penekannya pada ketiga unsur yaitu
akal, perasaan dan kehendak secar bersamaan maka akan timbul tingkat kebudayaan
yang berbeda maka ada kebudayaan tinggi ,ada kebudayaan rendah.
C.
Sistem Nilai Budaya
Nilai
adalah segala sesuatu tentang yang baik dan yang buruk. Nilai adalah segala
sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek nilai adalah perasaan tentang
apa yang diinginkan atau pun yang tidak diinginkan atau tentang apa yang boleh
dan yang tidak boleh. Konsep-konsep tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran
sebagai besar warga masyarakat , membentuk sistem nilai budaya .sistem nilai
budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia dalam
tingkatan yang paling abstrak.
Ahli
antropologi kluchahn, membagi sistem nilai budaya kedalam 5 masalah:
1.
Hakekat hidup manusia
2.
Hakekat karya manusia
3.
Hakekat kedudukan manusia dalam ruang
dan waktu
4.
Hakekat hubungan manusia dengan alam
5.
Hakekat hubungan manusia dengan sesama
BAB V
MANUSIA DAN CINTA KASIH
1)
Pengantar
Kasih
sayang sudah dikenal sejak anak lahir dan bahkan sejak anak dalam kandungan,
kasih sayang berkembang seirama dengan perkembangan anak menuju kedewasaan.
Dalam hidupnya kadang-kdang kasih sayang ini ternoda oleh perbuatan-perbuatan
keji yang berlawan dengan perbuatan kasih sayang.cinta kasih orang tua terhadap
anaknya itu dalah cinta yang disertai dengan kasih sayang, cinta kasih ini
diberikan secara tulus dan iklas seolah-olah anak itu merupakan bagian dari
dirinya sendiri. Kecintaan orang tua atau ayah dan ibu terhadap anaknya
didasrkan atas kerapuhan hati, sebab orang tua mrmpunyai maksud tertentu
terhadap anaknya, yaitu sukses dalam bimbingan atau pendidikan yang diujudkan
dalam pergaulan orang tua terhadap anaknya.
B.
Pokok Bahan
1.
Arti, hubungan, ungkapan cinta kasih
a.
Arti cinta kasih
Cinta
kasih merupakan panduan dua kata yang mengandung arti pisikologis yang dalam,
yang sulit didefinisikan dengan rangkaian kata-kata. Mungkin dapat diberi arti
tertentu apabila sudah diwujudkan dalam tingkah laku manusia terhadap manusia
lainnya, atau terhadap alam sekitarnya atau terhadap tuhan. Manusia adalah mahluk
ciptaan tuhan yang paling sempurna dibndingkan mahluk dibandingkan dengan
mahluk-mahluk lain. Manusia mempunyai akan perasaan,kehendak,dengan unsur-unsur
budaya ini manusia menilai, merasakan, menghendaki adanya kebutuhan cinta
kasih. Apabila cinta kasih iu tidak ada, atau tidak dibutuhkan, sulit
digambarkan adanya masyarakat sulit dibayangkan perkembangan manusia menghuni
bumi ini dan sulit adanya kedamaian diantara manusia.
Cinta
kasih bersumber pada unsur rasa, yang merupakan ungkapan perasaan, didukung
oleh unsur-unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan dipertimbangkan
dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula
rasa kasih sayang, kemesraan ,belas kasih, dan pengabdian. Apabila dirumuskan
secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang. Kemesraan belas
kasih dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung
jawab.
b.
Hubungan cinta kasih
adanya
beberapa macam hubungan cinta kasih yang dibahas dalam bab ini, yang dirinci
sebagai berikut:
1.
Cinta kasih antara orang tuan dan anak
Apabila
seoran ibu atau ayah selalu ingat. Memperhatikan dan memenuhi kebutuhan wajar anaknya,
dikatakan bahwa mempunyai rasa cinta kasih atau kasih sayang terhadap orang
tua. Orang tua mengharapkan agar anak menjadi orang baik dan berguna kemudian
hari.
2.
Cinta Kasih Antra Pria Dan Wanita
Apabila
seorang pria perjaka menaruh perhatian istimewa terhadap seorang gadis dengan
prilaku baik, lemah-lembut sopan, apalagi dengan memberikan seuntai mawar
merah. Dikatakan bahwa ia menaruh cinta kasih atau kasih sayang terhadap gadis
itu.
3.
Cinta Kasih Antara Manusia Dan Tuhan
Apabila
seseorang taat beribadah, menuruti perintah tuhan dan menjauhi larangannya
dikatakan banwa orang itu mempunyai cinta kasih atau mengabadikan kepada tuhan
penciptanya.
4.
Cinta kasih manusia terhadap
lingkungannya
Apabila
seseorang menciptakan taman yang indah memelihara taman pekarangan tidak
menebangi kayu dihutan seenaknya dan tanah gundul dan ditanam dengan teratur.
c.
Ungkapan cinta kasih
Sebagaimana
telah dikemukakan sebelumnya bahwa cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan
dengan tingkah laku. Seperti denhan kata-kata atau pernyatan dengan tulian atau
dengan media lainnya. Orangyang mempunyai perasaan cinta kasih. Hidupnya penuh
gairah, banyak inisiatif dan penuh kreatif bagi senimanpelaku cinta kasih
dituangkan dalm bentuk karya budaya, sehingga dapat dinikmati pula oleh
masyarakat.
Ø cinta
kasih antara sesama manusia
cinta
kaih antara sesama manusia dilandasi oleh rasa belas kasihan. Belas kasihan ini
timbul karena ada penderitaan yang dialami manusia. Penderitaan ini mengandung
pengertian yang luas misalnya penderitaan karena bencana alam, bencana perang,
karna sakit dan karna sudah tua.
Ø Ada
tiga macam cinta yaitu cinta agepe, philia,eros/amor
a.
Cinta agape yaitu cinta manusia kepada
tuhan .
b.
Cinta philia yaitu cinta dalam keluarga.
c.
Cinta eros/amor ialah antara pria dan
wanita
BAB
VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A.
Pengantar
Setiap
manusia pastilah mendambakan keadilan sungguh merupakan suatu yang sangat
esensial didalam kehidupan insan beradap, begitu pentingnya keadilan dan begitu
tinggi nilai keadilan itu sehingga kata keadilan itu selalu diserangkaikan
dengan kata kebenaran. Perjuangan hidup manusia yang sangat penting adalah
menegakan kedilan dan kebenaran.
B.
Keadilan
Dimana
pun dan pada persoalan apapun dalam kehidupan manusia, keadilan merupakan
dambaan setiap insan. Tetapi kenyataan lebih banyak orang yang mengatakan,
bahwa dirinya telah berbuat adil tanpa melihat apakah adilnya itu telah
dirasakan orang lain. Memang keadilan itu lebih mudah diucapkan tetapi sulit
untuk dilaksanakan dan dirumuskan pengertiannya. Keadilan tidak hanya dianut
dari manusia, kadang para umat pun menuntut keadilan dari tuhannya.
1.
Pengertian keadilan menurut para ahli
a.
Aristoleles
Keadilan
adalah kelayakan dalam tindakan manusia, Kelayakan dalam tindakan manusia,
kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem ( diantara dua kutub) yakni ujung yang
terlalu banyak dan ujung yang terlalu sedikit.
b.
Plao
Plato
memproyeksikan keadilan pada diri manusia sehingga orang dikatakan adail
apabila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaannya dengan akalnya.
c.
Socrate
Menurut
socrate , keadilan tercipta bilamana setiap warga negara telah merasakan ,
bahwa pemerintah telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
d. Kong
humenurut kong hu cu keadilan itu terjadi apabila anak sebagai anak, bapak
sebagai bapak dan remaja sebagai remaja, masing-masing melaksanakan kewajibanny.
e.
Charles E Merriam
Menurut
pendapatnya keadilan terwujud dalam system dimana terhadap saling pengertian
dan prosedur-prosedur yang memberikan kepada setiap orang apa yang telah
disetujui dan telah dianggap patut.
f.
Prof. Ir. Poedjowojoto
Secara
umum menurut prof. ir. Poedjowojotokeadilan adalah pengakuan dn perilaku
terhadap hak yang sah.
g.
Keadilan menurut ajaran agama
Agama
mempunyai ajaran-ajaran tenteng keadilan pelanggaran terhadap salah satu atau
sebagian besar terhadap lereng-lereng agama yang berakibat dosa misalnya
korupsi, menumpuk kekayaan yang sebenarnya hasil pengambilan tidak sah dari
milik orang lain terutama dari mereka yang lemah dan tidak tahu haknya.
h.
Keadilan dan hasil seni
Jelas
bagi kita bahwa keadilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Itu lah
sebabnya maka peristiwa-peristiwa keadilan dapat menimbulkan kreatifitas para
seniman untuk menciptakan karya seni. Sehingga banyak kita jumpai hasil-hasil
seni yang mengekspresikan keadilan.
2.
Berbagai macam keadilan
a.
Keadilan legal atau kaedilan moral
Plato
berpendapat bahwa hukum merupakan subtansi rohani umum dan masyarakat yang
membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang
menjalan kan pekerjaannya yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya.
b.
Keadilan distributif
Keadilan
ini bertujuan memelihara kertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
3.
Kaehlian sbagai kebutuhan naluri manusia
John
lock mengemukakan bahwa mansia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya
semenjak lahir hak alamiah ini yaitu:
1.
Hak akan hidup
2.
Hak akan kebebasan atau kemerdekaan
3.
Hak akan milik, hak akan memiliki
sesuatu
Diantara
ketiga hak alamiah itu yang terpenting hak akan hidup. Dari hak akan hidup itu
lah kemudian muncul hak-hak yang lain , yang saat ini dinamakan hak asasi
manusia. Masalah keadilan selalu
membicarakan sejauh mana individu itu mendapatkan hak haknya sesuai dengan
kewajiban yang telah dipenuhi. Hak-hak yang timbul dengan adanya hak-hak asasi
itu antara lain:
1.
Personal right (hak asasi peribadi)
2.
Property right (hak asai ekonomi, hak
memiliki sesuatu, hak memberi/menjual barang-barang miliknya dll).
3.
Rights of legal equality(hak untuk
memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan)
4.
Political right (hak asasi politik hak
hukum ikut serta dalam pemerintah, hak dipilih dan memilih dan lain-lain).
5.
Social and culture rights (hak untuk
memilih jenis dan jenjang pendidikan serta mengembangkan kebudayaan untuk
disukai)
6.
Procedure right(hak untuk mendapatkan
perlakuan atau tata cara peradilan dan perlindungan)
Hak
asasi ini kemudian pada tanggal 10 desember 1948 ditulis dalam piagam yang
memuat dalam 30 pasal diterima sebagai “unuversal declaration of human
right”(pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia)
Menurut
Thomas Hobbes manusia juga mempunyai sifat-sifat yang melekat pada dirinya
yaitu:
1.
Cornpetifio yaitu sifat untuk berlomba
menguasai manusia yang lain, karena adanya rasa takut dan khawatir ia tidak
akan mendapatkan pujian , dalam hal ini dapat menggunakan cara apapun
2.
Defentio yaitu sifat untuk
mempertahankan didi dari belaan diri . ini berarti bahwa manusia tidak suka
dikuasai atau dibatasi orang lain
3.
Gloria yaitu sifat untuk
dihormati,disegani dan dipuji. Disamping sifat-sifat diatas yang membuat
manusia ingin berkuasa manusia juga mempunyai sifat-sifat lemah serta takut
mati, ingin memiliki sesuatu dan ingin mempunyai kesempatan bekerja agar
memiliki sesuatu
4.
Pengertian keadilan sosial
Keadilan
sosial pengertiannya juga untuk kepentingan sosial, kepentingan bersama,
kepentingan komunal dan juga merupakan sila kedua dari ke lima pancasila
merupakan serangkai kata yang mempunyai arti tersendiri. Keadilan sosial
seperti pada sila kelima pancasila menghendaki pembangunan dan penikmatan hasil
pembangunan itu perlu dibagi dengan adil dan merata baik dibidang ekonomi,
sosial dan budaya, sehingga dunia bebas dari kemiskinan dan kesengsaraan.
Keadilan
sosial dalam kehidupan bangsa indonesia dapat dijumpai pada ungkapan bahasa
jawa sbb:
1.
Teposaliro artinya sikap hidup seseorang
yang telah menganggap segala berbuatan orang lain jaga seperti dirinya sendiri
2.
Sopo nggaw,sopo nandur nugundur
merupakan falsafah yang brsifat unuversal dan prental
3.
Ngono yo ngono,nanging ojo ngono
ungkapan ini ditujukan kepadapembuat keputusan
4.
Tego larene, ora tego patine merupakan
kelanjutan dari vonis yang telah dijatuhkan.
5.
Wong temen rumemen,wong salah saleh
mengandung makna pada suatu waktu ,siap yang jujur dan sungguh-sungguh pasti
akan mendapatkan hasilnya
6.
Suro diro jaya ningrat ,lebur dening
pangastuti artinya bahwa segala keburukan, kejahatan hendaknya jangan dibalas dengan
perbuatan yang konfrontatif tidak ada manfaatnya
BAB
VII
MANUSIA
DAN TANGGUNG JAWAB
A.
Pengantar
Hidup
manusia disamping sebagi mahluk tuhan dan mahluk individu.juga merupakan mahluk
sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Didalam intraksi sosial manusia
diberi tanggung jawab, ia disamping memiliki hak juga memiliki kewajiban,
dituntut adanya pengabdian dan pengorbanan atau adanya keinsyafan atau
pengertian bersumber pada unsur-unsur budaya dalam diri manusia.
B.
Tanggung jawab
1.
Pengertian tanggung jawab
Tanggung
jawab menurut ensikplopedi umum adalah kewajiban dalam melakukan tugas
tertentu. Menurut WJS. Poerwodarminto tanggung jawab aadalah suatu yang menjadi
kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan dibahas dan sebagainya. Dari segi
filsafah, suatu tanggung jawab itu penting sedikit didukung oleh tiga unsur yaitu:
1.
Kesadaran : cosciouness
2.
Kecintaan : love,affestion
3.
Keberanian : courage bravery
2.
Macam atau jewnis tanggung jwab
Manusia
itu berjuang memenuhi keperluan sendiri atau keperluan pihak lain. Untuk itu ia
menghdapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. ada
beberapa jenis tanggung jawab yaitu:
a.
Tanggung jawab tarhadap diri sendiri
b.
Tanggung jawab terhadap manusia atau
masyarakat
c.
Tanggung jawab terhadap lingkungan
d.
Tanggung jawab terhadap tuhan
3.
Pengabdian
Pengabdian
adalah perbuatan yang baik yang berupa pikiran pendapat atau pun tenaga sebagai
perwujudan kesetian mugkin kepada pimpinan cinta, kasih sayang, hormat, atau
suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh iklas. Pengabdian ini
dapat berupa pengabdian yang kita tunjukan kepada:
a.
Pengabdian kepada keluarga
b.
Pengabdian kepada masyarakat
c.
Pengabdian kepada negara
d.
Pengabdian kepada tuhan
4.
Pengorbanan
Pengorbanan
berasal dari kata korban yang artinya memberikan secara iklas dalam wujud-wujud
tertentu seperti harta, benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mungkin nyawanya
demi cintanya atau ikatan dengan sesuatu demi kesetiaan dan kebersamaan.
5.
Kesadaran
Kesadaran
adalah keinsyafan akan perbuatannya sadar artinya merasa, tahu atau ingat akan
dirinya ,ingat kembali siuman bangun dari tidur ingat, tahu dan mengerti
misalnya rakyat telah sadar akan polotik.
BAB
VIII
MANUSIA
DAN PENDERITAAN
A.
Pengantar
Manusia
selama hidupnya pernah mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan,
tidak enak, rasasakit dan siksaan ini disebabkan manusia mempunyai perasaan dan
pikiran. Pada umumnya perasaan-perasaan itu tidak dikehendaki oleh manusia,
bila manusia dengan sengaja merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan misalnya
rasa sakit itu pun hanya sementara tujuan akhirnya adalah menhendaki perasaan
yang menyenangkan, perasaan-perasaan diatas merupakan rasa derita atau
penderitaan.
B.
Penderitaan
Ø Pengertian
Penderitaan
Penderitaan
mempunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhara (bahasa sansekerta)
yang berarti menahan atau menanggung. Penderitaan adalah beban fisik atau jiwa
manusia yang dapat menekan diri manusia.
Ø Sumber
Penderitaan
Manusia
sebagai mahkluk hidup mempunyai banyak dimensi
yang semua dimensi merupakan satu kesatuan yang utuh.
Ada
beberapa kebutuhan manusia yaitu:
1.
Kebutuhan Fisik (basic need’s)
2.
Kebutuhan Psikis ( psichologizal need’s)
3.
Kebutuhan Sosial (social need’s)
Ada
beberapa penderitaan manusia yaitu:
a.
Penderitaan yang timbul akibat perbuatan
buruk
b.
manusia
Penderitaan karena penyakit
c.
Penderitaan akibat siksaan atau azab
tuhan
Ø Rasa
sakit
Rasasakit
merupakan bagian penderitaan manusia. Rasa sakit adalah rasa tidak enak bagi
penderitaannya rasa sakit dapat timbul karena adanya gangguan pada organ tubuh
manusia atau karna suatu penyakit.
a.
Sakit pisik
Rasa
sakit pisik adalah perasaan tidak enak pada organ manusia.
b.
Sakit syaraf dan jiwa
Sakit
syaraf dengan sakit jiwa pandang masyarakat sebagai penyakit yang sama. Secara
ilmiah sakit syaraf diistilahkan neourosis yaitu merupakan kurang normalnya
fungsi sel-sel syaraf dalam melakukan tugasnya. Sedangkan sakit jiwa
diistilahkan pisikologis.
Ada
beberapa sintoma-sintoma ( penyimpan perilaku manusia) yaitu:
1.
Gangguan pengamatan
Gangguan
pengamatan merupakan kesalahan-kesalahan alam menggolongkan hasil-hasil
pengamatan manusia terhadap dunia sekitar.
a.
Astenia
Astenia
adalah gangguan pada syaraf peraba dalam
penerimaan stimulus melalui kulit misalnya tidak mampu merasakan panas dingin
dan kehausan
b.
Angnosia
Merupakan
gangguan pada saraf indra, sehingga mata tidak dapat berfungsi untuk melihat.
c.
Ilustrasi
Merupakan
kesesatan persepsi dengan menerima bayangan atau kesan yang menyesatkan
misalnya fatamorgana dipadang pasir dikira sumber air.
d.
Halusinasi
Merupakan
kesalahan pengamatan dengan mengkhayalkan ada stimulus, misalnya seseorang
merasa di kejar orang lain.
e.
De Ja Vo
Merupakan
pemalsuan ingatan sehingga keliru untuk mengingat sesuatu kesan yang ada dalam
jiwa.
f.
Jamais Vu
Merupakan
ketidakmampuan dalam mengenal objek misalnya karena kurang konsentrasi atau
perhatian.
g.
Insomia
Merupakan
pada saraf mata dengan gejala sulit tidur atau tidak dapat tidur nyenyak.
2.
Gangguan Fungsi-Fungsi Jiwa
a.
Gangguan Pikiran
Merupakan
seseorang tidak mampu berpikir cermat dalam menghadapi permasalahan.
b.
Gangguan Ingatan
Merupakan
orang yang tidak mampu mengingat pesan yang tesimpan dalam jiwa. Misalnya:
gangguan kesadaran.
3.
Sakit hati
Yaitu
orang sakit hati akan berpikir terus dan akibatnya dapat menyebabkan sakit
pisik.
4.
Siksaan merupakan sesuatu yang mengerikan
karena kita membayangkan tindakan pihak yang
kuat semena-mena terhadap golongan lemah yang tidak berdaya.
5.
Neraka
Merupakan
siksaan yang mengerikan lagi adalah siksaan ahirat yang sering disebut siksaan
kubur.
6.
Cara menghadapi penderitaan
Setiap
orang yang menghadapi penderitaan akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari
penderitaan contohnya seorang pencuri yang tertangkap kemudoian ditahan polisi.
BAB
IX
MANUSIA
DAN KEGELISAHAN
A.
Pengantar
Kegelisahan
berasal dari kata ” gelisah” artinya rasa tidak tentram hati, tidak senang
tidak sabar lagi, merasa cemas dan khawatir. Kegelisahan hanya dapat diketahui
dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu.
Kegelisan itu timbul karena perbuatan sendiri atau karena perbuatan atau karena
perbuatan atau keadaan dari luar manisia yang memberi pengaruh pisikologi yang
merugikan terhadap harta kekayaan.
B.
Kegelisahan
1.
Jenis-jenis kegelisahan
Sigmund
freud membedakan kegelisahan menjadi 3 macam yitu kecemasan obyektif,kecemasan
neurorik dan kecemasan moral.
a.
Kecemasan obyektif
Sering
pula dinamakan kenyataan yaitu kecemasan
yang disebabkan adanya bahaya dari luar.
b.
Kecemasan neurotik
Kecemasan
ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluri(syaraf). Kecemasan
syaraf ini disebabkan karena:
1.
Cemas karena penyesuaian diri dengan
lingkungan sehingga takut akan bayangannya sendiri atau pada idenya sendiri.
2.
Rasa takut irasional atau phobi
Rasa
takut ini mudah menular sehingga kadang-kadang tanpa alasan dan hanya karena
pandangan dilanjutkan dengan khayalan yang kuat menimbulkan rasa takut.
Misalnya orang takut ular,
3.
Rasa takut yang lain
Seperti
gagap dan sebagainya misalnya seseorang itu yang bisa menyanyi atau bicara
didepan umum.
C.
Kecemasan moral
Setia
individu mempunyai bermacam-macam emosi seperti
iri,dendam.dengki,benci,takut,gelisah,cinta,rasa kurang dan lain-lain. Ada pun
sebab-sebab orang gelisah pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya.
Usaha-usaha untuk mengatasi kegelisaghan pertama-tama harus dimulai dari diri
sendiri yaitu kita bersifat tenang.
1.
Ketidak pastian
Ketidak
pastiaan berasal dari kata “tidak pasti” artinya tidak tentu
2.
Keterasingan
Artinya
keadaan yang membuat tersisiah ,terpencil dari pergaulan masyarakat baik-baik.
3.
Kesepian
Artinya
sunyi, merasa sunyi, merasa tidak berteman,merasa tidak punya apa-apa dll.
BAB
X
MANUSIA
DAN HARAPAN
A.
Pengantar
Setiap
manusia yang normal mempunyai cita-cita atau harapan dalam hidupnya. Ini
berarti bahwa ia ingin hidup dengan
segala kesadaran ingin membina hidupnya agar selalu meningkat martabatnya
.sebagai warisn sosial suatu masyarakat, cara-cara hidup yang diturunkan akan
memberikan prangkat-prangkat kemampuian(skils) untuk menjalankan kehidupan
tetapi juga perangkat rencana bagi hubungan antara manusia.
B.
Pokok bahasan
1.
Kebutuhan dan harapan
Tercapainya
keinginan seseorang dapat ditempuh melalui berbagai macam cara baik yang
negatif maupun positif dalam arti tidak
melanggar norma-norma agama ,hukum maupun norma-norna masyarakat.
Ø Kebutuhan
individu dapat dijabarkan sbb
a.
Kebutuhan organik individu
1.
Makan dan minum
2.
Istirahat dan tidur
3.
Sex
4.
Keseimbangan suhu
5.
Bernafas
b.
Kebutuhan pisikologis individu
1.
Bersantai
2.
Kemesraan dan bercinta
3.
Kepusan ego
4.
Kehormatan
5.
Kepuasan dan kebanggaan mencapai tujuan
2.
Percaya diri
Kemampuan
yang mendukung usaha/perjuangan itu membangkitkan sikap “percaya diri”
kemampuan itu meliputi kemampuan berfikir dan kemampuan fisik.
3.
Gairah mengatasi kesulitan
Harapan
selalu dilatarbelakangi oleh masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhsn
hidup. Harapan pada dasarnya menginginkan kemakmuran dan kebaikan yang dapat
terwujud apabila disertai dengan usaha sebab tidak semmua harapan dapat dicapai
dengan mulus tetapi banyak rintangan dan hambatan yang menghadang didepannya.
Cara
meningkatkan kemampuan ini ialah
1.
Banyak memperoleh informasi tentang
keberhasilan orang-otang tertentu
2.
Banyak berkomunikasi, bekerja sama dan
ikut serta denan orang-orang yang telah berhasil dalam usahanya.
3.
Mendengarkan dan menghayati
nasehat-nasehat yang mengandung nilai-nilai moral.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul
kadir muhammad. (1988). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta:Fajar Agung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar